Kisahmualaf kali ini berasal dari seorang nenek yang lahir pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1940 yakni 5 tahun sebelum Indonesia merdeka. Beliau bernama Mbah Sukira berumur 81 Tahun dengan kondisi pendengaran yang sudah berkurang. PolisiPenangkap Pria Berpistol di Monas Dihadiahi Rp 150 Juta. Detik.com.Jakarta - Barang siapa yang memberikan informasi atau menangkap pria misterius yang membawa senjata api di insiden Monas 1 Juni 2008 akan diberi hadiah Rp 100 juta. Namun untuk polisi yang menangkap mendapat imbalan Rp 150 juta. Ketikaseorang murid terbaiknya meminta ia berkenan menulis buku baginya, ia beranjak menuju simpanan bukunya dan 7 'Abd al-Rahman b. Sulayman Al-Ahdal, Al-Nafs al-Yamânî wa al-Rûh al-Rayhânî fî Ijâzat al-Qudhât Banî al-Syawkânî (Sana'a: Markaz al-Dirasat wa al-Abhats al-Yamaniyyah, 1979), hlm. 138-143. 407views, 6 likes, 0 loves, 0 comments, 8 shares, Facebook Watch Videos from I'm Muslim: KISAH NYATA Murtadnya Sang Hafidz Quran - Ustadz Khalid Basalamah Setiaporang pastilah akan diuji keimanannya terlebih lagi seseorang yang baru meyakini kebenaran agama Islam. Pada zaman dahulu tepatnya di zaman nabi dan rasul terdapat banyak kisah orang beriman mengalami ujian berat seperti diperlakukan dengan tidak kemanusiaan, mereka yang beriman kerap kali siksaan dan mendapatkan azab dunia dari orang-orang musyrikin. kisahkisah ta'awun dalam al qur'an takaful di bidang materi dan moral ukhuwah itu meliputi seluruh golongan, bukan. kasta pasal 8: hukum dan perundang-undangan pentlngnya tasyri' rabbani bagi masyarakat tasyri' tidak hanya terbatas pada hukum pidana islam menutupi masalah-masalah hukuman (hudud) X22z. Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas satu demi satu tubuh pasukan Romawi. Dahulunya dia termasuk dari Tabi’in 270 H yang hafal Alquran. Namanya adalah sebaik-baik nama, Abdah bin Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang mujahid yang hafal Alquran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya, serta ketakwaan dan keimanannya? Namun tak dinyana, terjadi musibah di akhir hayatnya. Dia mati dengan tidak membawa iman Islamnya. Padahal dahulunya ia hafal semua isi Alquran. Namun semua hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Apa yang melatarbelakangi dia keluar dari Diinullah Agama Allah? Mari kita simak kisahnya berikut ini. Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang Romawi. Ia hantarkan orang Romawi itu ke Neraka dengan pedangnya. Tak disangka pula, nantinya dirinya pun dihantar ke Neraka oleh seorang wanita Romawi. Tidak dengan pedang, melainkan dengan asmara. Kaum Muslimin sedang mengepung kampung Romawi. Tiba-tiba mata Abdah tertuju kepada seorang wanita Romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa, bahwa tak seorang pun dijamin lolos su’ulkhatimah. Tak tahan, ia pun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab “Kakanda, masuklah agama Nasrani, maka aku jadi milikmu.” Syahwat telah memenuhi relung hati Abdah, sampai-sampai ia menjadi lupa akan imannya, Tuli peringatan, dan buta Alquran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah. خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” [QS. Al-Baqarah 7] Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan Islam. Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum Muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Alquran meninggalkan Allah? Ketika dibujuk untuk tobat, ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya “Di mana Alquranmu yang dulu???” Ia menjawab “Aku telah lupa semua isi Alquran kecuali dua ayat saja.” Apa antum tahu, dua ayat apa saja yang masih dia hafal? رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ “Orang-orang yang kafir itu seringkali nanti di Akhirat menginginkan, kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang Muslim.” ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ “Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan kosong. Maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka.” [QS. Al Hijr 2-3] Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya. Kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir, namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum Nasrani. Dalam keadaan seperti itulah hingga ajal menjemputnya. Mati dalam keadaan di luar agama Islam. Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya, berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad. Apalah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan. مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria, daripada fitnah wanita.” [Muttafaqun Alaih] Semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita/fitnah manusia dan fitnah dunia, serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat. Semoga para suami, para anak laki-laki, saudara-saudara laki kita. keluarga kita semua, teman-teman lelaki sesama Muslim, selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari syahwat dan maksiat, selamat dunia Akhirat. Jangan bangga dengan hijrah kita saat ini. Karena kita tidak pernah tahu akhir masa hidup kita. Terus istiqamah berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah. Karena bagi seorang Muslim, Surgalah tempat beristirahat kita yang sesungguhnya. Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Mu’thi al-Maidani hafizhahullah Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest KISAH SEORANG MUJAHID PENGHAFAL ALQURAN YANG MURTAD DI AKHIR HANYATNYA Related Posts Syahdan, lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas satu demi satu tubuh pasukan Romawi. Dia termasuk dari Tabi’in yang hafal Al-Qur’an. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang mujahid yang hafal Al-Qur’an, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya? Namun tak dinyana terjadi musibah di akhir hayatnya. Dia mati dengan tidak membawa iman Islamnya. Murtad sebagai Nasrani. Padahal dahulunya ia hafal semua isi Al-Qur’an, namun semua hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Dalam sebuah peperangan yang dahsyat antara pasukan Muslim melawan tentara Romawi, pemuda ini telah memainkan perannya dengan baik dan heroik. Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang Romawi. Ia hantarkan orang Romawi itu ke neraka dengan pedangnya. Kaum muslimin sedang mengepung benteng Romawi. Tiba-tiba mata si pemuda tertuju kepada seorang wanita Romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorang pun dijamin lolos su’ul khatimah. Tak tahan melawan kecamuk dalam dadanya, ia pun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab “Kakanda, masuklah agama Nashrani maka aku jadi milikmu.” Syahwat telah memenuhi relung hati si pemuda ini, sampai-sampai ia menjadi lupa akan imannya, tuli peringatan dan buta Al-Qur’an. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan Islam. Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Al-Qur’an meninggalkan Allah. Dikisahkan,pemuda penghafal Al Qur’an dan mujahid ini akhirnya hidup dan mati dalam kekufuran. Hingga suatu ketika pasukan Muslim berhasil menemui dan mebujuknya untuk kembali ke pangkuan Islam, namun tidak berhasil. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???” Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali dua ayat saja yaitu رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ “Orang-orang yang kafir itu seringkali nanti di akhirat menginginkan, kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang muslim.” ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ “Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong, maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka. QS. Al Hijr 2-3. Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum Nashrani. Dalam keadaan seperti itulah hingga ajal menjemputnya. Mati dalam keadaan di luar agama Islam. Aduhai, betapa kita tidak memiliki garansi apa-apa terhadap keimanan kita, kecuali atas rahmat Allah SWT yang menjadikan kita istiqamah. Seorang hafidz nan mujahid saja bisa diangkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lagi kita yang tidak punya amalan-amapan istimewa apalagi keimanan yang kuat. Maka para pemuda, marilah senantiasa waspada dengan segala fitnah yang senantiasa mengancam, khususnya syahwat wanita. مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria daripada fitnah wanita.” Muttafaqun Alaih Semoga para suami, para anak-anak laki, saudara-saudara laki kita. keluarga kita semua,teman-teman lelaki esama muslim, selalu dalam lindungan Allah,dijauhkan dari syahwat dan maksiat,selamat dunia akhirat. Amin. Catatan Diceritakan bahwa pemuda tersebut dahulunya adalah seorang tabiin, Abdah bin Abdirrahiim. Hal ini berdasarkan penukilan dari kitab al Bidayah wan Nihayah yang ditulis oleh Imam Ibnu Katsir, rahimahullah, dan beliau meriwayatkan dari Ibnu Jauzi. Namun hal ini dibantah oleh penukilan lainnya. sesungguhnya yang murtad sehingga memutuskan menjadi nasrani itu adalah pemuda yang tidak disebut namanya. Dia adalah pengikut dari Abdah bin Abdurrahim. Sedangkan Abdah bin Abdirrahim sendiri adalah sebagai periwayat kisah tersebut, bukanlah pelakunya. Abdah bin Abdirrahim adalah salah satu guru Imam A-Nasaai, yang dinilai shoduq oleh sebagian Ulama. Dan beliau wafat pada tahun 244 H. Wallâhu a’lam.

kisah murtadnya seorang hafidz quran