Keesaan Allah dapat dibuktikan dengan tiga bagian pokok, yaitu : kenyataan wujud yang tampak, rasa yang terdapat dalam jiwa manusia, dan dalil-dalil logika. Kenyataan wujud yang tampak al-Quran menggunakan seluruh wujud sebagai bukti, khususnya keberadaan alam raya ini dengan segala isinya. Keempat, Allah ta’ala istiwa di atas Arsy tidak berarti Allah butuh kepada Arsy untuk menetap. Karena beberapa poin berikut: 1. Allah ber- istiwa di atas ‘Arsy bukanlah bermakna Allah diangkat dan dibawa oleh ‘Arsy. Allah berada di atas ‘Arsy namun tidak berarti Allah diangkat dan dibawa oleh ‘Arsy sehingga Allah butuh kepada ‘Arsy. 2. Itulah yang melatar belakangi Al-Asy’ari mendirikan aliran baru yaitu Asy’ariyah. Dimana ajarannya sesuai dengan pemahaman orang-orang berpegang teguh pada al-Sunnah. Keluarnya Al–Asy’ari dari mu’tazilah karna ia juga melihat bahwa aliran mu’tazilah tidak dapat diterima oleh mayoritas umat islam. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS.Surat Al-Hadid[57]:3 هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ (٣) Dan Allah memberi tahu kita bahwa Dia senantiasa mengawasi kita dalam setiap kesempatan dan keadaan. “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” [Quran Al-Furqon: 52] “Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [Quran An-Nisa: 1] Allah menyaksikan seluruh gerak-gerik seorang hamba. Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Makna Pembukaan UUD 1945 alinea pertama yakni: 1. Keteguhan bangsa Indonesia dalam membela kebenaran dan keadilan untuk melawan penjajahan. 2. FtizQzH.

dalil allah maha kuasa atas segalanya