Padatahun 2002, KDOQI menerbitkan klasifikasi tahapan penyakit gagal ginjal kronis, sebagai berikut: 1. Tahap 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal atau meningkat (> 90 mL/min/1.73 m2) 2. Tahap 2: penurunan ringan pada GFR (60-89 mL/min/1.73 m2) 3. Tahap 3: penurunan moderat pada GFR (30-59 mL/min/1.73 m2)
Gagalginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut , serta bersifat persisten dan irreversible. Menurut catatan medical record RS Fatmawati klien gagal ginjal kronik yang dirawat di RS Fatmawati pada periode 1 Agustus 2003 - 31 Juli 2004
Abstract Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya kerusakan ginjal selama tiga bulan atau lebih, akhirnya ginjal tidak dapat mengekskresikan sisa metabolic dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit secara adekuat, kondisi yang disebut sebagai gagal ginjal memerlukan strategi koping yang efektif.
Banyakpasien gagal ginjal kronik (PGK)mengalami penurunan kualitas hidup karena komplikasi dari penyakit hingga pengobatan yang banyak mencakup obat, pembatasan cairan, diet, hingga terapi pengganti ginjal. Penurunan kualitas hidup ini bukan hanya dirasakan oleh PGK saja, namun juga dapat berpengaruh pada pendamping atau keluarga pasien.
Sedangkantanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine
Penyakitgagal ginjal dapat diterapi di rumah sakit. Deteksi penyebab gagal ginjal harus dilakukan, agar penyebabnya dapat segera diatasi. Hal ini berguna agar proses penyakit gagal ginjal tidak berlanjut terus. Selama perawatan, fungsi ginjal dimonitor terus. Untuk itu perlu diet khusus penyakit gagal ginjal dan asupan cairan ditakar agar air
aDhY.
contoh kasus gagal ginjal kronik