Untukmengetahui pengertian dan perbedaan dari Etika, Moral dan Akhlak. 2. Untuk mengetahui karakteristik Etika, Moral dan Akhlak. 3. Untuk mengetahui hubungan T asawuf dengan Akhlak. 4.
5 Moral tidak akan terbentuk tanpa etika. Contoh yang jelas dari perbedaan antara etika dan moral adalah bahwa, sebagai manusia yang berakal, mengatakan apa yang baik dan apa yang benar adalah hal yang baik yang diketahui semua orang. Dari pemikiran tersebut, terbentuklah moral masyarakat untuk selalu berkata jujur. Sehingga orang yang suka
Perbedaandan Persamaan Etika Barat dan Islam. merasa yakin bahwa dengan perceraian tubuh mereka, mereka sama sekali tidak akan hidup lagi. Penyakit moral lain yang lebih menyedihkan yang menimpa jiwa adalah rasa sedih. Rasa sedih ini timbul dari kebodohan, baik kebodohan terhadap kesementaraan kondisi kehidupan kita, yakni ketidaktahuan
Persamaandan Perbedaan serta Keterkaitan Akhlak, Etika, Moral, Kesusilaan dan Kesopanan Persamaan dan Perbedaan serta Keterkaitan Akhlak, Etika, Moral, Kesusilaan dan Kesopanan. MAKALAH. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Salah Satu Tugas Mata Kuliah: Akhlaq Tasawuf. Dengan Dosen Pengampu : Dr. M. Arif Faizin, M.Ag.
Moralmenyatakan ukuran, etika menjelaskan ukuran itu. Sekarang dapat dilihat persamaan antara ilmu akhlak, etika dan moral, yaitu menentukan hukum/nilai perbuatan manusia dengan keputusan baik atau buruk. Contoh Etika Dan Moral Contoh Irit Perbezaan antara akhlak dan moral/etika i) akhlak merupakan satu sistem yang menilai tindakan zahir dan batin manusia manakala moral ialah satu sistem
Sekarangdapat dilihat persamaan antara ilmu akhlak, etika dan moral, yaitu menentukan hukum atau nilai perbuatan manusia dengan keputusan baik atau buruk, perbedaan terletak pada tolak ukurnya masing-masing, ilmu akhlak dalam menilai perbuatan manusia dengan tolak ukur ajaran Al-Qur`an dan Sunnah, etika dengan pertimbangan akal fikiran dan
Bsnk4. Karena kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari hukum, ia merupakan kebutuhan dalam kehidupannya. Hukum berfungsi sebagai sandaran atau ukuran tingkah laku atau kesamaan sikap standard of product yang harus ditaati setiap anggota masyarakat. Dan lebih jauh hukum berfungsi sebagai suatu sarana perekayasaan untuk mengubah masyarakat ke arah yang lebih sempurna as a tool of social engineering ia sebagai alat untuk mengecek ketidak benarannya suatu tingkah laku as a tool of justification, dan ia pun sebagai alat untuk mengontrol pemikiran dan langkah-langkah manusia agar mereka selalu terpelihara,tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum as a tool of social control. Hukum merupakan kesimpulan pertimbangan tentang apa yang patut dan baik dilakukan, tentang ada apa yang tidak dan tidak baik dilakukan. Apa yang dipandang baik, itulah yang harus dilakukan, dan apa yang tidak baik harus ditinggalkan. Mereka yang tidak melakukan sesuatu yang dipandang baik, atau melakukan sesuatu yang tidak dipandang baik, berarti mengingkari kebaikan dan membenarkan ketidak baikan keburukan. Oleh karena itu timbullah norma kewajiban dan larangan, di samping ada norma yang tidak diwajibkan dan dilarang. Norma moral tidak sama dengan norma hukum. Dalam keadaan tertentu norma moral memerlukan norma hukum untuk diformalkan dalam lembaga tertentu, sehingga mempunyai kekuatan yang mengikat. Moral sangat erat hubungannya dengan dan penegakkan hukum memerlukan ketaatan kepada moral. Ada pepatah romawi yang berbunyi “Quid Leges sine moribus?” artinya “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?” karena moral sangat erat hubungannya dengan hukum, maka kualitas hukum ditentukan oleh kualitas moral. Hukum yang tidak mencerminkan moral pada dasarnya bukan hukum, ia harus diganti dengan hukum yang bermoral. Tidak terlepas dari itu selain hukum yang berkaitan dengan moral, hukum pun mempunyai keterkaitam yang sangat erat dengan etika, akhlak, dan agama. Membincangkan hukum, moral, etika, akhlak dan agama sebagai salah satu kesatuan akan berimplikasi pada kedudukannya masing-masing. Dan hal ini yang melatar belakangi penulis untuk menulis dan mengkaji keterkaitannya suatu hubungan antara hukum, moral, etika, akhlak, dan agama. Maka penulis membuat makalah yang berjudul “ KajianKeterkaitan Hubungan Antara Hukum, Moral, Etika, Akhlak, dan Agama”.
Pengertian Akhlak dan Moral Serta Perbedaannya – Sahabat Muslimah, Islam merupakan agama yang santun karena dalam Islam sangat menjunjung tinggi pentingnya akhlak dan moral. Keduanya adalah hal yang sangat penting karena telah mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Allah Swt atau dengan sesama makhluk. Nah, apa saja persamaan antara moral dan akhlak? dan perbedaan keduanya?. Lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini. Pengertian Akhlak Akhlak berasal dari bahasa Arab “Akhlak” yang merupakan bentuk jamak dari “Khuluq”. Secara bahasa “akhlak” berarti budi pekerti, tabi’at, watak. Dalam kebahasaan akhlak sering disinonimkan dengan moral dan etika. Secara istilah, akhlak didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut Prof. Sr. Ahmad Amin mendefinisikan akhlak sebagai kehendak yang biasa dilakukan. Artinya, segala sesuatu kehendak yang terbiasa dilakukan disebut akhlak. Sementara itu Ibnu Maskawih mengemukakan bahwa akhlak adalah perilaku jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan tanpa melalui pertimbangan sebelumnya. Sedangkan Al-Ghazali memberikan definisi, akhlak adalah segala sifat yang tertanam dalam hati, yang menimbulkan kegiatan-kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa memerlukan pemikiran sebagai pertimbangan. Ulama akhlak menyatakan bahwa akhlak yang baik merupakan sifat para Nabi dan orang-orang sidiq, sedangkan akhlak yang buruk merupakan akhlak setan dan orang-orang tercela. Maka pada dasarnya akhlak itu dibagi menjadi dua macam, yaitu Akhlak baik al-akhlaqul mahmudah, yaitu perbuatan baik terhadap Tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk yang lain. Akhlak buruk atau tercela al-akhlakul madzmumah, yaitu perbuatan buruk terhaap Tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk yang lain. Pengertian Moral Adapun moral secara etimologi berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Didalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Selanjutnya moral secara terminologi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dikatakan benar, salah, baik atau buruk. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dipahami bahwa moral adalah istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai ketentuan baik atau buruk, benar atau salah. Jika dalam kehidupan sehari-hari dikatakan bahwa orang tersebut bermoral, maka yang dimaksudkan adalah bahwa orang tersebut tingkah lakunya baik. Persamaan Akhlak dan Moral Ada beberapa persamaan antara moral dan akhlak yang dapat dipaparkan sebagai berikut Pertama, moral dan akhlak mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat, dan perangai yang baik. Kedua, moral dan akhlak merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar martabat dan harkat kemanusiaannya. Sebaliknya semakin rendah kualitas moral dan akhlak seseorang atau sekelompok orang, maka semakin rendah pula kualitas kemanusiaannya. Ketiga, moral dan akhlak seseorang atau sekelompok orang tidak semata-mata merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap, stastis, dan konstan, tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang. Untuk pengembangan dan aktualisasi potensi positif tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan, serta dukungan lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara tersu menerus, berkesinambangan, dengan tingkat keajegan dan konsistensi yang tinggi. Perbedaan Akhlak dan Moral Selain ada persamaan antara moral dan akhlak sebagaimana diuraikan di atas. Terdapat pula beberapa segi perbedaan yang menjadi ciri khas masing-masing dari keempat istilah tersebut. Berikut ini adalah uraian mengenai segi-segi perbedaan yang dimaksud Moral merupakan filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai-nilai, dan kesusilaan tentang baik dan buruk. Sementara itu, Akhlak merupakan istilah yang bersumber dari Al-Qur’an dan al-Sunnah. Nilai-nilai yang menentukan baik dan buruk, layak atau tidak layak suatu perbuatan, kelakuan, sifat, dan perangai dalam akhlak bersifat universal dan bersumber dari ajaran Allah. Semoga pembahasan tentang akhlak dan moral ini dapat membantu dan meningkatkan perangai kita dan tentunya menuju yang lebih baik dari yang biasanya. Terima kasih.
Akhlak, etika dan moral, ketiga hal yang memiliki kemiripan, tapi jika dilihat secara lebih dalam lagi, ternyata ada perbedaannya, terutama jika ditinjau dari berbagai perspektif atau sudut pandang. Ketiga hal tersebut adalah aspek dari kehidupan yang perlu dilakukan oleh hidup ini, setiap orang biasanya kerap menilai seseorang itu baik atau buruk dengan berpatokan pada akhlak, etika dan moral yang dimiliki oleh seseorang. Mulai dari cara berbicaranya, cara berpikir dan berperilakunya dalam keseharian. Setiap orang memiliki akhlak, etika dan moral yang berbeda, baik atau buruknya pun, semua dipengaruhi oleh latar belakang dan lingkungan yang ada di memahami secara lebih dalam lagi, terkait perbedaan akhlak, etika dan moral, itu bisa dilihat dari berbagai hal. Salah satunya ditinjau dari perspektif atau sudut pandang. Berikut beberapa perspektifnya untuk melihat perbedaan apa yang terdapat di antara akhlak, etika dan Sudut pandang bahasa ilustrasi tindakan memuji orang lain GroupMulai dari sudut pandang bahasa atau asal usul kata. Akhlak berasal dari bahasa Arab “khuluqun” yang memiliki arti budi pekerti atau tingkah laku. Jika ditinjau dari bahasanya, akhlak berarti budi pekerti atau tingkah laku yang ditunjukkan oleh manusia, akibat adanya perbuatan yang berulang kali dilakukan, sehingga tingkah laku tersebut menjadi sebuah kebiasaan, bisa berupa kebiasaan baik maupun adalah “ethos” berasal dari bahasa Yunani yang berarti kebiasaan. Etika ditinjau dari sudut pandang bahasa, memiliki arti sebuah teori atau ilmu tentang adat dan kebiasaan manusia, bisa baik atau juga moral berasal dari bahasa latin yaitu “mos” artinya tentang kelakuan. Maka, moral adalah ajaran tentang kelakuan manusia, bisa baik dan buruknya. Kata moral dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk menilai tingkah laku manusia yang berkaitan dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam Sudut pandang tokoh ilustrasi berpikir positif membuat bahagia PiacquadioPerbedaan berikutnya dari akhlak, etika dan moral yaitu dilihat dari sudut pandang tokoh. Terdapat beberapa tokoh yang membedakan ketiga hal tersebut, salah satunya adalah Al Mawardi, dilansir Jurnal Agama Islam Al Mawardi, akhlak, etika dan moral memiliki perbedaan. Akhlak bersifat transendental, yaitu lebih menonjolkan hal-hal yang sifatnya etika dan moral sifatnya lebih dinamis dan tidak mutlak. Hal tersebut karena etika dan moral adalah hasil dari pemahaman manusia terhadap baik dan buruknya segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Nah, pemahaman yang dimiliki oleh setiap manusia, itu berbeda tergantung dari pola pikir, adat kebiasaan, tradisi, dan lingkungan tempat tinggalnya. Baca Juga 5 Etika Sosial Nitip Makanan atau Barang ke Teman 3. Sudut pandang filosofis ilustrasi bersikap sopan saat menyapa ShimazakiPerbedaan tentang akhlak, etika dan moral juga bisa dilihat dari sudut pandang filosofisnya. Dalam perspektif filsafat, akhlak merupakan tingkah laku manusia berdasarkan pandangan agama. Etika, merupakan tingkah laku manusia yang dihasilkan dari pola moral merupakan nilai-nilai dan tingkah laku manusia yang ditunjukkan berdasarkan suatu tindakan. Maka, etika bisa diartikan perilaku seseorang yang berstandar dari moral yang dimilikinya. Semuanya yang ditunjukkan juga berdasarkan pada lingkungannya. Inilah mengapa, ketiga hal tersebut dari setiap orang bisa Sudut pandang penilaiannya ilustrasi tradisi suatu masyarakat NilovPerbedaan berikutnya tentang akhlak, etika dan moral bisa ditinjau dari sudut pandang penilaiannya. Setiap orang memiliki cara menilai yang berbeda terkait ketiga hal tersebut. Cara penilaiannya pun dipengaruhi oleh berbagai aspek yang ada di dalam dengan hal-hal yang layak dan tidak layak atas tindakan manusia, masing-masing orang dan budaya memiliki perbedaan. Tergantung dari tradisi dan adat kebiasaan yang berlaku di suatu daerah. Sesuatu yang bermanfaat dan tidak, sesuatu yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh, itu semua menyangkut pada nilai-nilai sosial yang disepakati oleh suatu masyarakat tertentu. Oleh karena itu, nilai-nilai terkait akhlak, etika dan moral dalam suatu lingkungan masyarakat tidak selalu Sudut pandang penerapannya ilustrasi kehidupan bertetangga ProductionsDitinjau dari sudut pandang penerapannya, akhlak, etika dan moral juga terdapat perbedaan. Akhlak merupakan pembawaan atas diri manusia yang menghasilkan tindakan yang berdasarkan kerohanian. Moral merupakan tindakan manusia yang dilahirkan dari adat dan kebiasaan. Sedangkan, etika merupakan pengetahuan yang membahas tentang baik dan buruknya suatu tindakan berdasarkan akal dan hati dalam penerapannya, akhlak adalah tindakan yang tanpa didasari oleh pertimbangan dari seseorang. Etika adalah tindakan manusia yang dikehendakinya, baik itu benar atau salah. Sedangkan, moral merupakan tindakan yang memiliki aturan dari hati seseorang, sehingga moral juga berperan sebagai pengarah perilaku seseorang dalam menjalani terdapat perbedaan secara definisi, sudut pandang maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, akhlak, etika dan moral tetap memiliki kesamaan yaitu, cara atau sarana untuk menciptakan kerukunan, kebahagiaan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta dan manusia dengan diri manusia, sebenarnya sudah memiliki ketiga hal tersebut. Tugas manusia tinggal bagaimana dia menggunakannya secara tepat, agar dapat menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan ketenteraman dalam kehidupan, baik pribadi maupun itu, ada baiknya gunakanlah akhlak, etika dan moral dalam segala hal yang dapat memberikan dampak positif bagi semuanya, yaitu bagi dirinya sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan negara yang tercinta. Baca Juga 5 Bentuk Degradasi Moral yang Sering Dijumpai di Lingkungan Sekitar IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Pengertian Moral Moral Adalah pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakukan. Moralisasi yaitu uraian “pandangan dan ajaran” tentang perbuatan serta kelakukan yang baik. Demoralisasi yaitu kerusakan moral. Istilah moral berasal dari bahasa latin mores yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup. Gunarsa, 1986 Moral pada dasarnya merupakan rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. Shaffer, 1979 Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur prilaku individu dalam hubunganya dengan masyarakat. Moral merupakan tindakan manusia yang bercorak khusus yang didasarkan kepada pengertiannya mengenai baik dan buruk. Morallah yang membedakan manusia denga makhluk tuhan yang lainya dan menempatkan pada posisi yang baik diatas makhluk lain. Moral merupakan realitas dari kepribadian pada umumnya bukan hasil perkembangan pribadi semata, akan tetapi adalah merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang. Moral tidaklah bisa sipisahkan dari kehidupan beragama. Di dalam agama Islam perkataan moral identik dengan mana kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari “khulqun” yang menurut bahasa berarti budi pekerti. Moral merupakan norma yang sifatnya kesadaran atau keinsyafan terhadap suatu kewajiban melakukan sesuatu atau suatu keharusan untuk meninggalkan perbuatan – perbuatan tertentu yang dinilai masyarakat melanggar norma – norma. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa suatu kewajiban dan norma moral sekaligus menyangkut keharusan untuk bersikap bersopan santun. Baik sikap sopan santun maupun penilaian baik – buruk terhadap sesuatu, keduanya sama – sama bisa membuat manusia beruntung dan bisa juga merugikan. Disini terdapat kesadaran akan sesuatu perbuatan dengan memadukan kekuatan nilai intelektualitas dengan nilai – nilai moral. Nilai – nilai intelektualitas merupakan sumber pertimbangan terhadap sesuatu yang benar dan yang salah, sedangkan nilai – nilai moral merupakan sumber pertimbangan suasana hati tentang kebaikan dan keburukan. Jika seseorang dapat membedakan dan mampu memilih kesetangkupan antara yang baik dan yang benar dengan yang buruk dan ditemukan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 11 Pengertian Moral Menurut Para Ahli Lengkap Pengertian Etika Etika Adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan ataupun pola-pola dari tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik dan buruknya. Etika itu bersifat relatif yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kabaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis asal usul kata, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan 2000. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000, etika mempunyai arti sebagai “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak moral”. Sedangkan kata etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000, mempunyai arti ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral akhlak; kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’. Jadi arti kata etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Musyawarah Macam dan Jenis Etika Karena sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam-macam jenis dan juga ragamnya diantaranya yaitu Etika Deskriptif Memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat. Etika Normative Membahas dan mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia yang biasanya dikelompokkan menjadi sebagai berikut Etika Umum Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral. Etika Khusus – Etika sosial ialah yang menekankan tanggung jawab sosial dan hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya. – Etika individu ialah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi. – Etika terapan ialah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 5 Pengertian Teori Pertukaran Sosial Menurut Para Ahli Persamaan Etika dan Moral Ada beberapa persamaan antara etika dan moral, yaitu sebagai berikut Etika dan moral mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat dan perangai yang baik Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar martabat dan harkat kemanusiaannya. Sebaliknya semakin rendah kualitas etika, moral dan susila seseorang atau sekelompok orang, maka semakin rendah pula kualitas kemanusiaannya Etika dan moral seseorang atau sekelompok orang bukan merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap, statis dan konstan, tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang. Untuk pengembangan potensi positip tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan dan keteladanan, serta dukungan lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat yang secara terus menerus, berkesinambungan, dengan tingkat konsistensi yang tinggi. Persamaan ke tiga point tersebut di atas terletak pada fungsi dan peran, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk. Secara ringkas persamaan tersebut di atas terdapat dalam 3 tiga hal, yaitu Objek perbuatan manusia Ukuran baik dan buruk Tujuan membentuk kepribadian manusia Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pancasila Sebagai Etika Politik Perbedaan Moral Dan Etika Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan dll. Yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada. Meskipun secara etimologi arti kata etika dan moral mempunyai pengertian yang sama, tetapi tidak persis dengan moralitas. Etika adalah penelaah terhadap aktivitas kehidupan manusia sehari-hari, sedangkan moralitas merupakan subjek yang menjadi penilai benar atau tidak. Beberapa perbedaan etika dan moral adalah moral mengajarkan apa yang benar sedangkan etika melakukan yang benar. moral mengajarkan bagaimana seharusnya hidup sedangkan etika berbuat atau bertindak sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam pendidikan moral. moral menyediakan “rel” kehidupan sedangkan etika berjalan dalam “rel”kehidupan. moral itu rambu-rambu kehidupan sedangkan etika mentaati rambu-rambu kehidupan. moral itu memberikan arah hidup yang harus ditepumpuh sedangkan etika berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan menuju arah. moral itu seperti kompas dalam kehidupan sedangkan etika memperhatikan dan mengikuti arah kompas dalam menjalani kehidupan. moral ibarat peta kehidupan sedangkan etika mengikuti peta kehidupan. moral itu pedoman kehidupan sedangkan etika mengiuti pedoman. moral tidak bisa dimanipulasi sedangkan etika bisa dimanipulasi moral itu aturan yang wajib ditaati oleh setiap orang sedangkan etika sering berorientasi pada situasi dan kondisui, motif, tujuan, kepentingan, dan sebagainya. moral sumber acuannya adalah norma dan adat istiadat, sedangkan etika bersumber pada akal manusia moral memandang tingkah laku manusia secara lokal atau khusus, sedangkan etika berpandangan pada tingkah laku manusia secara umum Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Etika, moral, susila dan akhlaq, secara konseptual memiliki makna yang berbeda, namun pada tataran praktis, memiliki 113 prinsip yang sama, yakni sama-sama berkaitan dengan nilai perbuatan manusia. Seseorang yang sering kali berkelakuan baik kita sebut sebagai orang yang berakhlaq, beretika, bermoral, dan sekaligus orang yang mengerti susila. Sebaliknya, orang yang perilakunnya buruk di sebut orang yang tidak berakhlaq, tidak bermoral, tidak tahu etika atau orang yang tidak berasusila. Konotasi baik dan buruk dalam hal ini sangat bergantung pada sifat positif atau negatif dari suatu perbuatan manusia sebagai makhluk individual dalam komunitas sosialnya. Dengan demikian etika, moral, susiala dan akhlak memiliki substansi yang sangat dekat bahkan bisa dikatakan sama. Sebab tujuan ketiganya adalah mencari nilai-nilai positif dalam bertingkah laku untuk menjadi makhluk yang bermoral etis sebagai ciptaan, baik di mata Tuhan maupun makhluknya. Jika ditinjau dalam perspektif agama, perbuatan manusia didunia ini hanya ada dua pilihan yaitu baik dan buruk atau benar dan salah. Jalan yang di tempuh manusia adalah jalan lurus yang sesuai dengan petunjuk ajaran agama dan keyakinannya, atau sebaliknya, yakni jalan menyimpang atau jalan setan, kebenaran atau kesesatan. Tidak boleh ada jalan ketiga sebagai jalan tengah antara keduanya. Keempat istilah tersebut sama-sama mengacu pada perbuatan manusia yang selanjutnya ia diberikan kebebasan untuk menentukan apakah mau memilih jalan yang berniai baik atau buruk, benar atau salah berdasarkan kepeutusannya. Tentu saja, masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi berbeda. Sumber nilai pada akhlak adalah Alquran dan sunah, bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana konsep etika dan moral. Hati nurani atau fitrah dalam bahasa Alquran memang dapat menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia diciptakan oleh Allah swt memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaan-Nya Lihat QS. Ar-Rum/30 30. Karena fitrah itulah manusia cinta kepada kesucian dan selalu cenderung kepada kebenaran. Namun fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar, misalnya pengaruh pendidikan dan linngkungan. Oleh sebab itu ukuran baik dan buruk tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada hati nurani atau fitrah manusia semata. Fitrah hanyalah potensi dasar yang perlu dipelihara dan dikembangkan. 114 p Semua keputusan syara’ tidak akan bertentangan dengan hati nurani manusia, karena kedua-duanya berasal dari sumber yang sama yaitu Allah swt. Demikian juga dengan akal pikiran, Ia hanyalah salah satu kekuatan yang dimilki manusia untuk mencari kebaikan atau keburukan. Pandangan masyarakat juga bisa dijadikan salah satu ukuran baik dan buruk. Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal pikiran mereka sudah dikotori oleh perilaku tercela tidak bisa dijadikan ukuran. Hanya kebiasaan masyarakat yang baiklah yang dapat dijadikan ukuran. Namun demikian dalam beberapa hal antara etika dan moral memiliki perbedaan. Pertama, kalau dalam pembicaraan etika untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk tolak ukur yang digunakan atau sumbernya adalah akal pikiran atau rasio filsafat, sedangkan dalam pembicaraan moral tolak ukur yang digunakan adalah norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dimasyarakat. Mengenai istilah akhlak, etika dan moral dapat dilihat perbedaannya dari objeknya, dimana akhlak menitikberatkan perbuatan terhadap Tuhan dan sesama manusia, sedangkan etika dan moral hanya menitikberatkan perbuatan terhadap sesama manusia saja. Maka istilah akhlak sifatnya teosentris, meskipun akhlak itu ada yang tertuju kepada manusia dan makhluk-makhluk lain, namun tujuan utamanya karena Allah swt. Tetapi istilah etika dan moral semata-mata sasaran dan tujuannya untuk manusia saja. Karena itu, istilah tersebut bersifat antroposentris kemanusiaan saja. Ditinjau dari aspek pembentukan karakter, keempat istilah itu merupakan suatu proses yang tidak pernah ada kata berhenti di dalamnya. Proses itu harus terus-menerus di dorong untuk terus menginspirasi terwujudnya manusia-manusia yang memiliki karakter yang baik dan mulia, yang kemudian terefleksikan ke dalam bentuk perilaku pada tataran fakta empiric di lapangan sosial dimana manusia tinggal. Kesadaran terhadap arah yang positif ini menjadi penting ditanamkan, agar supaya tugas manusia sebagai khalifatullah fi al-ardi menjadi kenyataan sesuai titah Allah Swt. Bukankah Allah telah membekali manusia berupa sebuah potensi fitri, jika manusia mampu memeliharanya, maka ia akan mencapai drajad yang lebih mulia dari pada malaikat. Sebaliknya, jika tidak mampu, maka ia akan jatuh ke posisi drajad binatang dan bahkan lebih sesat lagi. Inilah di 115 antara argumentasinya, bahwa betapa perilaku manusia itu harus senatiasa dibina, di bombing, di arahkan bahkan harus di control melalui regulasi-regulasi, agar supaya manusia selalu berada di jalan yang benar dan lurus. Untuk mewujudkan cita-cita luhur itu, memang dibutuhkan suatu proses yang panjang sekaligus dengan cost yang tidak sedikit. Berdasarkan paparan di atas, maka secara formal perbedaan keempat istilah tersebut adalah antara lain sebagai berikut 1. Etika bertolak ukur pada akal pikiran atau rasio. 2. Moral tolak ukurnya adalah norma-norma yang berlaku pada masyarakat. 3. Etika bersifat pemikiran filosofis yang berada pada tataran konsep atau teoritis. 4. Pada aras aplikatif, etika bersifat lokalitas dan temporer sesuai consensus, dengan demikian dia disebut etiket etiqqueta, etika praksis, atau dikenal juga dengan adab/tatakrama/tatasusila. 5. Moral berada pada dataran realitas praktis dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang dalam masyarakat. 6. Etika di pakai untuk pengkajian system nilai yang ada. 7. Moral yang di ungkapkan dengan istilah moralitas di pakai untuk menilai suatu perbuatan. 8. Akhlaq berada pada tataran aplikatif dari suatu tindakan manusia dan bersifat umum, namun lebih mengacu pada barometer ajaran agama. Jadi, etika islam termasuk salah satu dari berbagai etika relegius yang ada itu tidak lain adalah akhlaq itu sendiri. 9. Susila adalah prinsip-prinsip yang menjadi landasan berpijak masyarakat, baik dalam tindakan maupun dalam tata cara berpikir, berdasarkan kearifan-kearifan local. 10. Akhlaq juga berada pada level spontanitas-spesifik, karena kebiasaan individual/komunitas yang dapat disebut dengan “Adab”, seperti adab mencari ilmu, adab pergaulan keluarga dan lain-lain.
persamaan dan perbedaan akhlak etika dan moral